1978

Pemerintah Indonesia mengundang tender dari perusahaan asing untuk eksplorasi dan pengembangan sumber daya batubara di Kalimantan timur dan selatan. A BP / CRA joint venture berhasil penawaran untuk wilayah 7.900 km persegi di dua blok memanjang 300 km di sepanjang pantai timur Kalimantan.

1982

PT Kaltim Prima Coal (KPC) didirikan di Indonesia dengan masing-masing BP dan CRA 50% memegang saham. KPC lisensi untuk melakukan eksplorasi dan pertambangan batubara berdasarkan Kontrak Karya Batubara (Kontrak Karya) dengan HPH seluas 90.706 ha. Negara Indonesia Perusahaan Batubara (PTBA) berhak menerima 13,5% dari produksi semua.

1988

Melanjutkan dengan pengembangan tambang ekspor dengan kapasitas desain 7 juta ton per tahun (mtpa) setelah eksplorasi rinci dan studi kelayakan, prospek dekat dengan Sangatta. Prospek memiliki jumlah besar cadangan batubara berkualitas tinggi, dekat dengan garis pantai dengan air yang dalam dan yang strategis terletak di layanan pasar berkembang. KPC kemudian menyerahkan sebagian besar wilayah perjanjian asli, mempertahankan 1.961 km persegi.

1989

Konstruksi dimulai pada bulan Januari. Anggaran untuk proyek ini adalah US$570 juta.

1990

Pembangunan tambang skala besar dimulai pada bulan Juni.

1991

Proses pembangunan selesai pada akhir 1991

1992

Pemasaran ekspor dimulai pada bulan Januari 1992.