Bukit Pelangi Merdeka Dari Ketergantungan Listrik Genset

26 days

Kawasan Perkantoran Pemerintah Kabupaten Kutai Timur di Bukit Pelangi, merdeka dari ketergantungan listrik bertenaga genset, tepat pada perayaan HUT RI ke 73 tahun, tanggal 17 Agustus 2018 lalu.  Kepastian itu setelah PLN dan Pemkab Kutai Timur selesai membangun gardu sabungan listrik tegangan menengah berdaya 4.330 KVA, di Patung Pesawat, Bukit Pelangi, Sangatta.

Pasokan listrik berdaya 4.330 KVA tersebut, bersumber dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Bara, PT Kaltim Prima Coal (KPC). KPC memiliki daya listrik sebesar 60 MW, dimana sebanyak 18MW dayanya, disalurkan ke masyarakat melalui skema jual beli dengan PLN.

Sambungan listrik PLN di kawasan Bukit Pelangi, dilakukan setelah tenaga listrik dari excess power KPC telah memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Sangatta dan Rantau Pulung. Bukit Pelangi memang sejak awal direncanakan belakangan setelah masyarakat telah tersambung semuanya.

"Di hari kemerdekaan ini, kita pun telah merdeka dari ketergantungan mesin diesel. Saya ingin di Kota Sangatta, yakni Sangatta Utara dan Selatan, seluruhnya terjangkau akses PLN, karena merupakan kebutuhan dasar yang terus kami usahakan terpenuhi. Dengan harapan, pada tahun 2020 mendatang, seluruh desa di Kutai Timur, sudah teralisi listrik semuanya," kata Ismunandar, Bupati Kutai Timur.

Kepala Bidang Aset Daerah Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Teddy Febrian mengatakan, penggunaan listrik tersebut mampu mengurangi biaya operasional pemerintah mencapai Rp 50 miliar per tahun. "Selama ini kami memberi solar saja sudah mencapai Rp 50-60 miliar per tahun.Itu belum termasuk perbaikan kerusakan. Sementara bayar tagihan listrik nanti paling hanya Rp 1 miliar per bulan, artinya hanya Rp 12 miliar per tahun," kata Teddy.

Manager PLN Area Bontang Alimuddin mengatakan, masukkan excess power KPC sebesar 18MW plus interkoneksi sistem Mahakam, maka ketersediaan listrik untuk wilayah Kutai Timur saat ini sangat bagus. Karena itu, PLN siap melayani bila ada investor yang membutuhkan daya listrik lebih besar.(*)