Anak-anak Korban Gempa Terharu Perhatian Karyawan KPC

10 months

Anak-anak sekolah korban gempa di Palu, terharu didatangi karyawan KPC di lokasi pengungsian Petobo, Palu Selatan. Senyuman dan raut gembira terpancar dari wajah mereka, khususnya saat KPC dan PMI menggelar trauma healing atau psychology social support program (PSP).

Ratu Anjani Khairunnisa, siswa kelas V SDI Al-Akbar Petobo mengatakan, saat ini sekolahnya rusak dan kondisi keuangan keluarga tak sanggup membiayai kebutuhan sekolahnya. “Kondisi sekolahku itu rusak, runtuh, tidak layak ditempati. Saya perlu buku, baju, alat sekolah supaya bisa belajar lagi,” kata Anjani.

“Mamaku belum ada uang untuk kebutuhan sekolah. Saya belajar di pengungsian bersama teman-teman saya. Guru-guruku mengajar saya,  tapi juga mengajar sekolah-sekolah yang lainnya,” kata Anjani.

Anjani menyampaikan terima kasih atas dukungan karyawan KPC karena telah menghibur mereka dan memberikan bantuan berupa paket peralatan tulis (school kit).

Hal senada disampaikan Fadil, salah seorang siswa di camp pengungsian. Ia mengaku senang menerima bantuan school kit dari KPC dan PMI Kutai Timur. Keceriaannya tampak dari wajahnya saat kegiatan PSP dan acara serah terima school kit berlangsung. “saya senang karena diberikan tas yang bagus. Saya ingin terus sekolah,” katanya.

Mirnawati, Kepala Sekolah SD Islam Al-Akbar Petobo mengatakan, proses belajar mengajar di Petobo dan wilayah terdampak gempa lainnya masih bersifat darurat. Di daerah Petobo, menurutnya hanya dua tenda tersedia. “Jadi anak-anak kelas satu, dua dan tiga digabung dalam satu tenda, dan kelas empat sampai kelas enam satu tenda lainya,” kaya Mirnawati.

Mirnawati menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan karyawan KPC dan PMI. Menurut Mirna, saat ini yang dibutuhkan siswa-siswanya adalah perlengkapan seolah seperti tas, buku dan peralatan tulis, serta seragam sekolah termasuk sepatu. “Terima kasih kepada KPC dan PMI. Saat ini anak-anak kami membutuhkan dukungan perlengkapan sekolah termasuk seragam sekolah,” kata Mirna.

Pada kesempatan ini, KPC bersama melalui donasi karyawan bersama PMI Kutai Timur memberikan bantuan paket school kit berisi tas, perlatan tulis dan perlengkapan menggambar,  berjumlah 3,000 paket.(*)

Anak-anak sekolah korban gempa di Palu, terharu didatangi karyawan KPC di lokasi pengungsian Petobo, Palu Selatan. Senyuman dan raut gembira terpancar dari wajah mereka, khususnya saat KPC dan PMI menggelar trauma healing atau psychology social support program (PSP).

Ratu Anjani Khairunnisa, siswa kelas V SDI Al-Akbar Petobo mengatakan, saat ini sekolahnya rusak dan kondisi keuangan keluarga tak sanggup membiayai kebutuhan sekolahnya. “Kondisi sekolahku itu rusak, runtuh, tidak layak ditempati. Saya perlu buku, baju, alat sekolah supaya bisa belajar lagi,” kata Anjani.

“Mamaku belum ada uang untuk kebutuhan sekolah. Saya belajar di pengungsian bersama teman-teman saya. Guru-guruku mengajar saya,  tapi juga mengajar sekolah-sekolah yang lainnya,” kata Anjani.

Anjani menyampaikan terima kasih atas dukungan karyawan KPC karena telah menghibur mereka dan memberikan bantuan berupa paket peralatan tulis (school kit).

Hal senada disampaikan Fadil, salah seorang siswa di camp pengungsian. Ia mengaku senang menerima bantuan school kit dari KPC dan PMI Kutai Timur. Keceriaannya tampak dari wajahnya saat kegiatan PSP dan acara serah terima school kit berlangsung. “saya senang karena diberikan tas yang bagus. Saya ingin terus sekolah,” katanya.

Mirnawati, Kepala Sekolah SD Islam Al-Akbar Petobo mengatakan, proses belajar mengajar di Petobo dan wilayah terdampak gempa lainnya masih bersifat darurat. Di daerah Petobo, menurutnya hanya dua tenda tersedia. “Jadi anak-anak kelas satu, dua dan tiga digabung dalam satu tenda, dan kelas empat sampai kelas enam satu tenda lainya,” kaya Mirnawati.

Mirnawati menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan karyawan KPC dan PMI. Menurut Mirna, saat ini yang dibutuhkan siswa-siswanya adalah perlengkapan seolah seperti tas, buku dan peralatan tulis, serta seragam sekolah termasuk sepatu. “Terima kasih kepada KPC dan PMI. Saat ini anak-anak kami membutuhkan dukungan perlengkapan sekolah termasuk seragam sekolah,” kata Mirna.

Pada kesempatan ini, KPC bersama melalui donasi karyawan bersama PMI Kutai Timur memberikan bantuan paket school kit berisi tas, perlatan tulis dan perlengkapan menggambar,  berjumlah 3,000 paket.(*)