KPC Kembali Kirim Tim Bantu Korban Banjir Bengkulu

3 months

Tim Rescue PT Kaltim Prima Coal (KPC) kembali diterjunkan ke lokasi bencana Nasional. Kali ini menjalankan misi menyelamatan korban banjir bandang, yang melanda Provinsi Bengkulu, akhir April lalu.

Tim ini beranggotakan lima orang, terdiri dari tiga anggota rescue, satu orang dokter dan satu orang medis. Mereka adalah Noldy Tambayong (Koordinator Tim), M Tri Suhendro (Dokter), Jay Jay Cristo Ruben (Medis), Indra Kurniawan (Rescue) dan Kaharuddin Jafar (Rescue). Mereka langsung menuju Kabupaten Bengkulu Tengah, yang merupakan daerah paling parah, yang memiliki jumlah korban meninggal dan pengungsi paling banyak.

Fokus kegiatan Tim Rescue KPC di Bengkulu adalah pemulihan pasca-banjir, berupa kegiatan pengobatan masal. Selama dua hari di lokasi banjir, tim berhasil mengobati 242 pasien, terdiri dari anak-anak, orang dewasa dan orang lanjut usia.

Kegiatan pertama pada, Jumat (3/5), tim menggelar pengobatan di Posko Pengungsian di Desa Tabah Penyengat dan Desa Talang Panjang, Kecamatan Bang Haji, Kabupaten Bengkulu Tengah. Hari berikutnya, tim menggelar pengobatan di Posko Pengungsian Desa Pagar Dewa dan Desa Kembang Ayun, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah.

Wawan Setiawan, GM External Affairs and Sustainable Development (ESD) mengatakan, pengiriman Tim Rescue ini merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Bengkulu. “Ini adalah bentuk kepedulian terhadap sesama yang terkena bencana. Kita ingin hadir untuk memberikan dukungan dan membantu meringankan beban mereka,” kata Wawan.

Wawan mengatakan, Tim Rescue KPC memang selalu diterjunkan di berbagai lokasi bencana, seperti gempa Sulawesi Tengah, Gempa Lombok, Aceh, Sumatera, Jawa Barat, Jogja dan berbagai daerah lainnya. Hal itu menurut Wawan sesuai dengan salah satu nilai dasar KPC, yakni kepedulian. “Ini bagian dari penerapan nilai dasar KPC, yakni kepedulian. Kita peduli dengan sesame sesuai tagline more than mining,” kata Wawan.

Data yang dirilis Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB pada 1 Mei 2019 menunjukkan, terdapat 30 orang meninggal dunia dan enam lainnya hilang, akibat banjir badang di Bengkulu. Korban meninggal dunia tertinggi terjadi di Kabupaten Bengkulu Tengah, dengan jumlah 24 orang, sedangkan Kota Bengkulu tiga orang dan Kepahiang tiga orang.

Banjir dan longsor juga mengakibatkan kerusakan di beberapa sektor seperti pemukiman, pendidikan, perikanan, peternakan, pertanian, perkebunan dan infrastruktur publik lainnya.(*)