KPC Gelar Pelatihan PJI

over 2 years

Menyambut kepengurusan Prestasi Junior Indonesia (PJI) yang baru, PT Kaltim Prima Coal (KPC) menggelar pelatihan bagi para guru pendamping dan siswa. Peserta pelatihan difokuskan pada para siswa yang aktif berkecimpung dalam organisasi tersebut. Sejak 13 tahun lalu, KPC telah menjadi motor penggerak keberadaan PJI di Kabupaten Kutai Timur.

Bertempat di Ruang J23, kegiatan ini dihadiri oleh lima sekolah beserta guru pendamping masing - masing. Kelima sekolah tersebut antara lain, SMAN 1 Sangatta Utara, SMAN 1 Rantau Pulung, SMAN 1 Bengalon, SMKN 1 Sangatta Utara dan SMKN 1 Bengalon.

Turut hadir sebagai pembicara, Utami Anita Herawati dan Retno Widyasrini, mewakili PJI Indonesia. Selama setengah hari, mereka memberi pemahaman kepada guru pendamping dan para siswa mengenai simulasi program student company.

Menurut Utami Anita Herawati, konsep pelatihan harus dibuat agar para siswa semakin tertantang belajar bisnis dan menciptakan sebuah produk . Dukungan KPC yang sudah bertahun-tahun mendampingi program ini juga turut mensukseskan perjalanan PJI. “Kiprah KPC dalam mendukung PJI menandakan adanya visi dan misi yang sejalan antara KPC, sekolah dan program PJI dalam hal pengembangan bisnis, khususnya bisnis lokal. Oleh karena terima kasih kami ucapkan kepada KPC,” tutur Utami.

Menanggapi hal tersebut, Act. Manajer Community Empowerment (CE) Genta Gantina dalam sambutannya mengatakan, memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan diberlakukan tahun 2016 nanti, perlu adanya persiapan bagi generasi muda Indonesia. “Kita mengarahkan anak – anak untuk kreatif dalam membuat produk unik dan variatif yang bernilai ekonomi dalam perusahaan yang mereka bentuk di PJI. Produk-produk tersebut diambil dari kekayaan lokal yang ada di Kutai Timur, contohnya Batik Wakaroros yang berhasil dijual oleh tim PJI dari SMAN 1 Rantau Pulung,” jelas Genta.

Genta berharap, produk yang dibuat tidak berhenti sampai disitu saja namun bisa dipasarkan melalui Olsabara agar masyarakat mengetahuinya. “Olsabara merupakan outlet yang membantu masyarakat untuk menjual produk lokal dan pangan olahan. Produk buatan PJI dari masing-masing sekolah juga nantinya bisa dikemas di sana,” tutup Genta. (Ira)