Program Pengembangan Masyarakat

KPC, dalam proses pembangunan daerah mengambil peran sebagai katalisator. Untuk mendorong kemandirian wilayah, khususnya ditingkat desa di sekitar tambang, maka tujuh bidang program yang dirumuskan pada tahun 2003 tersebut, dalam implementasinya disesuaikan dengan arah pembangunan daerah mulai dari tingkat Kabupaten sampai desa dengan juga memperhatikan berbagai issue nasional dan internasional. Ke tujuh bidang program tersebut adalah :

  1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pemerintah Desa dan Masyarakat,
  2. Peningkatan Sanitasi dan Kesehatan Masyarakat
  3. Peningkatan Pendidikan dan Pelatihan
  4. Pengembangan Agribisnis
  5. Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah
  6. Pelestarian Alam dan Budaya
  7. Peningkatan Infrastruktur

 

Sinergi Rencana Penutupan Tambang dengan Rencana Strategis Pengembangan Masyarakat

KPC percaya keberadaannya di tengah-tengah masyakarat Kutai Timur harus dapat memberikan manfaat tidak hanya pada era operasional tambang, namun sampai pada masa era pasca tambang nantinya.

Persiapan menuju era paska tambang menjadi issue penting yang melandasi hampir semua program yang kami lakukan. Pendekatan Pemberdayaan masyarakat difokuskan untuk mendukung kemandirian wilayah, khususnya ditingkat desa. Dengan meningkatnya kemandirian desa dalam mengelola semua potensi yang dimilikinya untuk kepentingan masyarakat, maka secara langsung akan berkontribusi pada kemandirian wilayah yang lebih luas.

Potensi luasan lahan pascatambang telah mulai dimanfaatkan dalam skala pilot project untuk kegiatan peternakan perikanan, perkebunan dan lain-lain. Pada tahun 2013 kegiatan yang dilakukan dengan memanfaatkan lahan pascatambang ini secara bertahap telah mulai melibatkan Yayasan Sangatta Baru dalam pengelolaannya. Pelibatan ini dilakukan sebagai bagian dari skenario penutupan tambang dan juga tahapan dalam rangka membangun kerjasama yang lebih dengan lembaga masyarakat seperti BUMDes, Koperasi dan usaha-usaha yang lainnya. Sampai saat ini, pemanfaatan lahan tambang KPC yang sudah dilakukan antara lain adalah pengembangan Peternakan Sapi Terpadu (PESAT) yang menjadi bagian dari Bidang program Agribisnis dan wisata alam di Telaga Batu Arang yang merupakan bagian dari bidang program Konservasi Alam dan Budaya.

 

Peningkatan Kapasitas Pemerintah Desa dan Masyarakat

Kepedulian KPC pada peningkatan kapasitas pemerintah desa dan masyarakat direalisasikan dalam program Desa Mandiri. Program ini mengupayakan agar kemandirian desa semakin kuat sehingga secara bertahap mampu melayani dan memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat serta mampu menggali dan mengembangkan semua potensi yang dimiliki untuk meningkatkan produktivitasnya. Dalam mengembangkan produktivitas desa, kami juga mendorong peningkatan produktivitas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) baik yang sudah ada maupun yang baru dalam traf inisiasi di berbagai desa di wilayah sekitar tambang.

 

Desa Mandiri

Prakasa pengembangan Desa Mandiri di desa desa sekitar wilayah operasional kami merupakan langkah strategis dalam rangka penyiapan Pemerintah Desa dan masyarakat dalam merespon rencana penutupan tambang. Pengembangan Desa Mandiri dimulai di empat desa pilot project dari empat kecamatan di sekitar tambang. Kami bekerjasama dengan Pemerintah dan Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) Yogya yang berperan sebagai fasilitator dalam mewujudkan lima komponen kemandirian suatu desa. Lima komponen tersebut adalah Tatakelola pemerintah, Pembangunan, ekonomi, kebutuhan dasar dan kemasyarakatan.

 

BUMDes (Badan Usaha Milik Desa)

Penguatan kapasitas bidang ekonomi pedesaan, merupakan salah satu dari lima komponen kemandirian desa. KPC memfasilitasi proses inisiasi pembentukan BUMDes bekerjasama dengan Satuan kerja Pemerintah Daerah terkait sejak tahun 2010. Sampai dengan Desember 2015, 25 desa di 4 kecamatan (Rantau Pulung, Bengalon, Sangata Utara dan  Sangata Selatan) pada wilayah ring 1 telah membentuk BUMDesa. Beberapa jenis usaha yang dilakukan antara lain pengolahan air bersih/air minum, pengelolaan listrik desa, jasa simpan pinjam, penjualan saprotan, pengelolaan ekowisata, pengolahan kompos, pemijahan ikan air tawar, jasa angkutan, kuliner, jasa penarikan retribusi parkir, budidaya kebun sawit, produksi air mineral dalam kemasan, jasa digital printing, pembibitan sawit, dan jasa pengelolaan Gedung Serba Guna.

 

Peningkatan Kesehatan dan Sanitasi Masyarakat

Kualitas sanitasi dan kesehatan masyarakat berkorelasi langsung terhadap kesejahteraan. Dalam implementasi kegiatan Pemberdayaan masyarakatnya KPC telah bekerja sama dengan berbagai pihak dalam turut serta mendukung pemerintah dalam meningkatkan kualitas sanitasi dan kesehatan masyarakat khususnya yang berada di sekitar area tambang.

Program yang dilakukan antara lain penanggulangan penyakit menular, peningkatan kesehatan ibu dan anak, bantuan kesehatan bagi masyarakat tidak mampu, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap isu kesehatan serta bantuan sarana dan prasarana kesehatan.

 

PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA KESEHATAN

Untuk meningkatkan ketersediaan pelayanan kesehatan yang baik dan berkualitas, kami juga turut serta membangun dan merenovasi berbagai sarana kesehatan masyarakat seperti Rumah Sakit, Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Posyandu dan pengadaaan berbagai peralatan yang diperlukan.

 

Peningkatan Pendidikan dan Pelatihan

Kutim Cemerlang atau Cerdas Merata Prestasi Gemilang merupakan program pemerintah daerah Kabupaten Kutai Timur yang juga kami dukung. Bentuk dukungan yang KPC berikan berupa Beasiswa dan Bantuan pendidikan, peningkatan kualitas pendidikan dan sarana dan prasarana. Selain dukungan di pendidikan formal, program tambahan di sekolah serta pelatihan bekerjasama dengan Balai Latihan Kerja juga dilakukan untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal. Sejumlah kegiatan Pendidikan yang dilakukan antara lain :

  1. Beasiswa Meretas Warna Meraih Asa
  2. Prestasi Junior Indonesia (PJI)
  3. Infrastruktur Pendidikan
  4. Lomba Keterampilan Siswa (LKS)
  5. Uji Kompetensi Siswa SMK
  6. Pemagangan Mekanik

 

Pengembangan Agribisnis

Bidang program pengembangan agribisnis yang kami lakukan dalam rangka mendukung program pembangunan jangka panjang Pemerintah Daerah kabupaten Kutai Timur yaitu Gerdabangagri atau Gerakan Daerah Pembangunan Agribisnis. Aspek utama yang menjadi perhatian kami adalah aspek potensi sumber daya alam, sumber daya manusia dan peluang pasar serta selaras dengan rencana pembangunan desa.

Fasilitas yang kami berikan berupa peningkatan kapasitas melalui berbagai pelatihan, study banding, pemberian stimulan termasuk pemberian beasiswa khusus ke Institut Pertanian Bogor dan Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa kepada siswa berprestasi di empat kecamatan sekitar operasi tambang KPC. Pengembangan agribisnis ini diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan produktivitas desa yang merupakan salah satu komponen untuk menuju kemandirian desa.

 

Peternakan Sapi Terpadu (PESAT)

Program pemanfaatan lahan paska tambang yang dilakukan sejak tahun 2008 ini sudah memasuki masa uji coba produksi dengan melibatkan Yayasan Sangata Baru (YSB) melalui unit usahanya PT. Yakin Sukses Bersama (PT. YSB). Produk yang dihasilkan antara lain susu segar serta olahannya dan usaha penggemukan sapi skala kecil. Jaringan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku pakan terus dibangun untuk meningkatkan transaksi di lokal dan mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah. PESAT di rancang dalam rangka mendukung pencapaian Swasembada Daging nasional.

 

Pengembangan tanaman semusim

Ini juga menjadi perhatian KPC khususnya di wilayah kecamatan Bengalon. Kegiatan ini mampu menyerap tenaga kerja non-skill, serta dapat mampu berkontribusi dalam pencapaian swasembada pangan sejalan dengan visi dan misi salah satu pilot project Desa Mandiri. Beberapa desa telah mampu menjadi penghasil sayuran seperti Sepaso Selatan, Sepaso Barat, dan Sepaso Induk. Khususnya untuk Sepaso Barat, saat ini telah menjadi penghasil semangka terbesar di Bengalon. Dalam rangka merespon issue ketahanan pangan, pengembangan padi sawah di Sepaso Selatan terus dikembangkan untuk meningkatkan produktivitasnya dengan menerapkan metode SRI.

 

Pengembangan Perikanan Pesisir Pantai dan Nelayan

Melalui program ini, KPC memberikan bantuan berupa benur bandeng, jala sebagai alat tangkap baik kepada petambak maupun nelayan di Muara Bengalon. Wilayah Muara Bengalon berada di pesisi sehingga sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan. Hasil tangkapan meningkat sebanyak 40% setelah menggunakan banatuan tersebut. Penguatan kelompok nelayan juga dilakukan melalui diskusi, pelatihan singkat, serta bantuan perlengkapan pendukung lainnya.

 

Peternakan

Program budidaya peternakan memberikan capaian dan prestasi yang signifikan baik pada pada kapasitas peternak, kemampuan budidaya maupun pemasaran produk peternakan. Di bidang peternakan unggas, kelompok peternak di Kecamatan Bengalon tumbuh menjadi salah satu penghasil ayam kampung utama di Kutai Timur.

Prestasi yang membanggakan diperoleh kelompok ayam dampinan KPC, KT Manual Bakti, menjadi juara tingkat Provinsi Kalimantan Timur untuk kategori peternak unggas lokal, dan pada pertengahan 2015 ditetapkan sebagai juara nasional pada kategori yang sama. Sehingga, Dinas Pertanian Peternakan Kutim serta Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia mengukukuhkan kecamatan Bengalon sebagai Sentra Peternakan Rakyat “Bakti Mandiri”. SPR Bakti Mandiri diharapkan akan menjadi garda terdepan dalam pengelolaan dan pengembangan usaha peternakan ayam kampung di Bengalon dan Kutai Timur.

 

Konservasi Tanaman Padi Lokal

Pengembangan padi gunung amatlah penting bagi ketahanan pangan di Kecamatan Bengalon. Untuk itu KPC terus melakukan upaya konservasi padi gunung. Di tahun 2013 ini, pelaksanaan konservasi yang dilakukan dengan mendistribusikan benih padi gunung varietas lokal untuk lahan seluas 20 ha di daerah Segading Resettlement. Varietas yang dikembangkan adalah mayas, gedagai, serai, lahong, sesat jalan, mas, dan kunyit.

 

Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan usaha yang dapat melibatkan masyarakat dalam jumlah banyak. KPC memberikan perhatian khusus dalam pengembangnya baik yang berkaitan langsung dengan kegiatan tambang maupun yang secara khusus didorong kearah yang lebih berkelanjutan dengan memanfaatkan potensi lokal dan peluang pasar yang ada.

 

Olsabara – Pusat Oleh Oleh Sangatta

Olsabara, sebagai rumah kemas yang berdiri sejak tahun 2013, telah banyak memasarkan produk-produk lokal sekaligus berperan sebagai pusat oleh-oleh Sangatta.  Tujuan Olsabara yaitu meningkatkan produktifitas lokal melalui berbagai industri rumah tangga dengan mendorong lingkungan usaha yang berdaya saing. Olsabara mempunyai 4 fungsi dalam penguatan produk lokal yaitu outlet oleh-oleh, klinik bisnis, rumah kemas, dan perdagangan.

 

Industri Olahan Pangan

Kegiatan pendampingan yang dilakukan di sektor ini merupakan bagian dari Olsabara dalam menjalan peran fungsinya. Pengembangan dan pendampingan yang sudah dilakukan antara lain usaha Amplang Bengalon, Gula Semut, Keripik Pisang, Serbuk Jahe, Kerupuk Rambak, Sambal Pecel dan lain lain. Pelaku industri ini sebagian besar dilakukan oleh perempuan, sehingga merupakan bagian pemberdayaan perempuan.

 

Pengembangan Batik motif Wakaroros

Motif wakaroros berasal dari budaya Dayak Basaf yang kemudian di aplikasi di kain melalui proses pembatikan dan pemakaian pewarnaan alami dari kayu ulin. Dukungan KPC pada pengembangan usaha kerajinan ini sekaligus juga melestarikan warisan budaya berupa motif yang berasal dari suku dayak basaf.

 

Pengembangan Usaha Kerajinan Rotan dan Kayu

Beberapa produk yang dikembangkan dalam program ini adalah kerajinan anyaman rotan, serta ukiran kayu. Pengembangan industri kerajinan yang mengangkat potensi serta budaya lokal tidak hanya meningkatkan perekonomian lokal tetapi juga sekaligus usaha melestarikan kebudayaan lokal.

 

Pelestarian Alam dan Budaya

Berbagai issu pelestarian alam dan budaya telah menjadi perhatian kami seperti pengelolaan sampah berbasis komunitas, menjaga kelestarikan Taman Nasional Kutai (TNK) dan juga pengembangan ekowisata dimana pengelolaanya banyak melibatkan masyarakat. Forum Komunikasi Pecinta Alam yang terbentuk di penghujung tahun 2012, sepanjang tahun 2013 telah menyelenggarakan 17 paket wisata alam dimana obyek wisatanya adalah PESAT, Kampung Pinang, Telaga Batu Arang, beberapa lokasi di wilayah TNK seperti Teluk Lombok, Teluk Kaba, teluk Perancis, Gua di Teluk Pandan dan Muara Sungai Sangatta. Kegiatan ini secara langsung meberikan manfaat kepada penyedia transportasi, konsumsi, homestay, dan masyarakat setempat.

 

Wisata Alam Telaga Batu Arang - TBA

Telaga Batu Arang, yang memiliki luas lahan sekitar 200 ha, telah dimanfaatkan sebagai tempat wisata berbasis komunitas.  Dalam dokumen Rencana Penutupan Tambang (RPT) KPC yang telah disetujui oleh pemerintah pada tahun 2011, wilayah ini masuk sebagai zona Penyangga Taman Nasional Kutai. Konsep pengelolaan wisata berbasis komunitas ini selain dapat memberikan alternatif tempat wisata warga Sangatta juga diproyeksikan dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat.

 

Peningkatan Infrastruktur

Ketersediaan berbagai Infrastruktur untuk kepentingan publik secara langsung dapat meningkatkan kenyamanan berbagai pelayanan bagi masyarakat. Bersama dengan Pemerintah desa dan kecamatan, KPC terus membangun synergy dalam melakukan pembangunan berbagai fasilitas publik di wilayah sekitar operasional tambang kami. Dukungan ini juga diselaraskan dengan rencana pembangunan desa agar secara langsung dapat mendukung desa dalam menuju ke kemandiriannya. Terdapat 6 proyek infrastuktur pada tahun 2013.

 

Forum Multi Stakeholder for Corporate Social Responsiblity (FMSH for CSR)

Forum ini dibentuk oleh Bupati Kutai Timur pada tahun 2006 dengan SK Bupati No. 71/02.188.45/HK/III/2006. Melalui forum ini, kami turut memberikan bantuan berupa pedoman kebijakan, prosedur kerja, serta kontrol program atau proyek yang maksimal. Forum ini juga bertugas untuk melakukan pemantauan terhadap perkembangan program, serta memastikan dana bantuan yang diberikan dimanfaatkan dengan baik dan benar. Untuk mendukung kelancaran pengelolaan forum ini, kami mengadakan pertemuan rutin antara KPC dan anggota sekretariat forum.

 

Alokasi dan Realisasi Dana CSR

Total realisasi dana CSR KPC tahun 2015 adalah IDR 62 MILIAR. Dana ini dialokasikan untuk 5 bidang, yakni: Pemberdayaan Masyarakat, Hubungan Komunitas, Pembangunan Infrastruktur, Operasional, dan Pelayanan Masyarakat.

 

Community Feedback System

Dalam menjalin hubungan yang baik antara KPC dan masyarakat diperlukan komunikasi terbuka untuk keduanya. Melalui hal itu, KPC berinisiatif untuk membentuk pengelolaan keluhan masyarakat akibat proses pertambangan. Melalui Community Empowerment (CE), KPC mengelola keluhan tersebut dalam sebuah sistem yang bernamaCommunity Feedback System (CFS).

Selama tahun 2015, telah terjadi 17 keluhan kritikal yang berasal dari 2 wilayah operasional KPC, yaitu Bengalon dan Sangatta.Di tahun ini, kriteria keluhan didominasi oleh keluhan terkait air (pengelolaan air keluaran tambang, kualitas air sungai, kuantitas air) dan konflik sosial dengan kasus yang berbeda dari tahun sebelumnya. Seluruh kasus keluhan kritikal tersebut telah berhasil kami kelola dan telah diselesaikan.