Peningkatan Kinerja

Efisiensi serta optimalisasi proses dan perbaikan kapabilitas internal memungkinkan KPC untuk meraih produktivitas dan kinerja finansial yang sehat dan solid sehingga menjadi fondasi kuat bagi keberlanjutan kami.

Efisiensi bukan hanya menjadi strategi demi menjawab tantangan pasar. Namun, pengelolaan biaya produksi dan operasional secara kompetitif tanpa mengorbankan tanggung jawab kami terhadap pengelolaan lingkungan dan kehidupan sosial di sekitar tambang merupakan salah satu aspek Good Mining Practice yang secara konsisten telah kami terapkan. Efisiensi, optimalisasi kinerja dan perbaikan kapabilitas internal memungkinkan kami untuk meraih produktivitas yang baik dan kinerja finansial yang sehat dan solid sehingga menjadi fondasi kuat bagi keberlanjutan kami.

Semangat Continuous Improvement yang Terus Membara

Seringkali semangat improvement hanya dirasakan pada awal-awal saja dan biasanya semangat ini mengendur seiring berjalannya waktu. Di sisi lain, KPC menyadari bahwa transformasi dan improvement tidaklah instan, tetapi merupakan sebuah proses yang membutuhkan komitmen dan konsistensi dari setiap elemen dan pihak yang terlibat. Untuk itu, sejak tahun 2008, KPC membentuk divisi khusus yang membidangi perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan keberlangsungan business improvement project di KPC, yakni Business Process Improvement Division (BPID)

Sejak tahun 2008 sampai dengan akhir tahun 2012 lalu, BPID telah berhasil menuntaskan sebanyak 6 putaran proyek improvement dengan berbagai pencapaian, antara lain: peningkatan produktivitas alat, penurunan kontaminasi batubara, minimasi kecelakaan kerja akibat fatigue, serta penghematan bahan bakar dan bahan peledak.

secara stategis KPC memutuskan untuk mempertajam dan menguatkan upaya-upaya improvement dengan cara menggulirkan proyek improvement baru yang disebut dengan “Proyek Membara”. Fokus utama saat pelaksanaan Membara Project adalah bagaimana meningkatkan efektivitas keseluruhan (peningkatan Overall Equipment Effectiveness - OEE) alat-alat utama yang digunakan dalam operasi penambangan KPC.

Overall Equipment Effectiveness (OEE)

Melalui OEE, KPC dapat memantau dan memastikan seluruh aspek yang terkait dengan peralatan produksi, yakni penggunaan, perawatan dan operator dilaksanakan secara baik dan tepat guna.

Working Area Management (WAM)

Kami menggelar program Work Area Management (WAM) agar area kerja bisa lebih bersih, rapi, nyaman dan teratur. Selain itu, WAM ini menjadi salah satu pendekatan kami untuk menanamkan budaya kerja dan semangat improvement pada diri setiap insan KPC dimana setiap karyawan diundang untuk mengajukan program WAM yang berhubungan dengan lingkup pekerjaannya masing-masing.

Pelatihan Kinerja Unggul

Program ini bertujuan untuk membentuk karakter dan kedisiplinan karyawan sehingga dapat mendorong karyawan KPC menjadi insan yang tangguh, disiplin, gesit, sehat, memiliki rasa kebersamaan yang kuat, cinta tanah air, dan cinta KPC.

Operasi Penambangan Kami

Kami melaksanakan eksplorasi, produksi, dan pemasaran batubara di area sebesar 90.938 ha di Kutai Timur, Kalimantan Timur, berdasarkan Perjanjian Karya Pengusaha Pertambangan Batubara (PKP2B).

Proses penambangan batubara KPC dimulai dengan Tahap persiapan penambangan diawali dengan kegiatan survey eksplorasi. Kegiatan eksplorasi ini meliputi pemataan lapangan, pengukuran struktur geologi, pengambilan sampel, pemboran eksplorasi, logging geofisika, dan penaksiran cadangan. Tahap berikutnya adalah tahap penambangan atau tahap produksi. Tahap produksi diawali dengan kegiatan identifikasi dan dokumentasi flora dan fauna yang ada didaerah yang akan ditambang. Jenis spesies flora-flora ini kemudian dipindahkan dan dipelihara di nursery KPC sebagai bibit tanaman untuk tahap rehabilitasi nanti. Kemudian dilanjutkan dengan tahap pemindahan tanah pucuk (landclearing). Setelah tanah pucuk dipindahkan ke lokasi stockpile, pemboran dan blasting siap untuk dilaksanakan.

Setelah tanah penutup dipindahkan, batubara yang sudah terbuka akan ditambang dan diangkut menuju stockpile batubara. Batubara tertambang selanjutnya diproses di washing plant menggunakan prinsip pemisahan berdasarkan perbedaan berat jenis batu bara dan pengotor. Setelah memisahkan pengotor dan batubara bersih, tahap selanjutnya adalah mengeringkan batubara bersih dikeringkan menggunakan mesin getar pengayak. Pengayakan ini membantu melepaskan sebagian air permukaan dari batubara. Semakin rendah kadar airnya semakin tinggi pula kalori batubara tersebut. KPC memproses batubara ideal sesuai dengan permintaan setiap pelanggan kami dengan kadar air tertentu.

Perawatan dan Peremajaan Infrastruktur yang Optimal dan Terencana

Berjalannya proses penambangan yang baik tidak luput dari tersedianya infrastruktur yang kuat dan bekerja secara maksimal. Untuk itu, diperlukan perawatan dan peremajaan infrastruktur, khususnya kesiapan alat-alat berat yang digunakan dalam proses penambangan. Mining Support Division (MSD) KPC berupaya untuk melakukan pemeliharaan peralatan produksi secara rutin dan terjadwal. MSD menerapkan strategi khusus dalam melakukan perawatan alat-alat di KPC dan bekerja sama dengan para kontraktor untuk memastikan kesiapan dari alat-alat berat yang digunakan dalam proses penambangan.