Good Mining Practice (GMP) KPC kembangkan menjadi kerangka kerja yang dapat aplikatif sehingga dampak positif aktivitas pertambangan kami dapat dimaksimalkan. GMP dikembangkan oleh KPC menjadi sebuah kerangka dan parameter kerja yang aplikatif dari konsep dasar yang dikeluarkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

KPC meyakini bahwa manfaat batubara tidak hanya terbatas pada produk batubara itu sendiri, namun lebih dari itu aktivitas pertambangan batubara dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi pertumbuhan sosial kemasyarakatan bila dikelola dan dilaksanakan dengan perencanaan baik dan cara-cara yang bertanggungjawab.

Kami senantiasa berupaya untuk meminimalisir dampak negatif yang akan timbul serta mengoptimalkan dan memperbesar ruang dampak positif, serta mengoptimalkan dan memperbesar ruang dampak positif sehingga tambang tersebut memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Kesembilan aspek dalam Good Mining Practice diimplementasikan oleh seluruh departemen terkait di KPC. Kesembilan aspek ini adalah:

No.

Aspek

Deskripsi

1.

Kompetensi karyawan

Prioritas perhatian pada kompetensi karyawan sejak pada proses rekrutmen yang antara lain mencakup aspek:

  • Pengetahuan dan pemahaman yang memadai dibidangnya
  • Keahlian dengan pengalaman minimal yang sudah ditentukan
  • Kualitas personal, yakni sikap dan etos kerja serta memiliki tanggung jawab moral terhadap tugas dan pekerjaannya

2.

Desain dan perencanaan tambang

Pemenuhan seluruh kriteria proses penentuan dan implementasi perencanaan yang mencakup:

  • Perencanaan dan desain tambang yang feasible serta sesuai dengan sumber daya yang tersedia
  • Faktor keamanan serta kemampuan teknis
  • Kajian resiko (risk assessment) untuk proyek-proyek dengan skala kategori resiko menengah ke atas
  • Pembuatan kerangka dan rencana desain jangka panjang

3.

Pemilihan alat yang tepat dan perawatannya yang baik

Pemilihan dan perawatan peralatan sesuai dengan fungsi dan kondisi area tambang dengan memperhatikan:

  • Target dan kapasitas produksi
  • Kesesuaian ukuran antara alat gali dan alat muat
  • Jenis pekerjaan yang dilakukan
  • Kondisi material di area tambang
  • Menggunakan teknologi terkini

4.

Keselamatan dan kesehatan kerja

 

Pembentukan dan penunjukan departemen khusus di KPC yang menangani keselamatan dan kesehatan kerja untuk memastikan bahwa ketaatan terhadap aspek ini benar-benar dijalankan dan ditaati.

5.

Dimensi dan kerangka waktu

 

Perencanaan desain sampai pada tahap pengelolaan dampak operasional senantiasa dilaksanakan dengan baik dan menyeluruh sejak tahap awal. Sehingga setiap resiko bisa dikendalikan lebih awal, lebih cepat dan lebih baik. KPC mengkategorikan kerangka waktu menjadi jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.

6.

Biaya produksi yang kompetitif

 

Implementasi berbagai pendekatan untuk meningkatkan efisiensi dan penghematan demi optimalisasi biaya dan output produksi. Dengan demikian KPC dapat merencanakan pembiayaan program pengelolaan lingkungan serta peningkatkan kualitas kehidupan masyarakat sekitar tambang.

7.

Aspek lingkungan dan ekosistem

 

Perencanaan, implementasi dan pengembangan metode pengelolaan lingkungan serta kajian risiko serta tindakan preventif atas setiap potensi dampak negatif terhadap lingkungan, termasuk pencemaran yang mungkin terjadi pada keseluruhan rantai operasional kami.

8.

Aspek sosial kemasyarakatan

 

Pengelolaan dampak sosial masyarakat sekitar tambang. Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan dalam pengelolaan sosial masyarakat tersebut antara lain adalah:

  • Lokasi area tambang yang direncanakan jauh dari area pemukiman penduduk sehingga menghindari potensi konflik sosial dan meminimalisir dampak langsung.
  • Pengelolaan air keluaran tambang secara teritegrasi untuk menghasilkan sumber air minum bagi masyarakat.
  • Menghindari interaksi langsung proses ataupun dampak kegiatan  tambang dengan aktivitas masyarakat
  • Malibatkan masyarakat untuk beberapa kegiatan yang menunjang tambang misalnya pengadaan barang dan kebutuhan dari masyarakat lokal, dan lain-lain.

9.

Aspek prosedur dan ketaatan hukum

 

Pemenuhan dan kepatuhan penuh terhadap seluruh perijinan terkait operasional tambang, antara lain mencakup:

  • Perijinan operasional tambang seperti  : studi kelayakan , AMDAL, RKTTL dan RKAB,UKL dan UPL
  • Perijinan pengelolaan limbah seperti  : Limbah B3, Limbah cair dan lain-lain
  • Perijinan lahan seperti : ijin pembukaan lahan dan Ijin Pemanfaatan  Kayu (IPK)
  • Pemenuhan biaya jaminan reklamasi (Jamrek), dan lain lain.

Pemangku kepentingan memainkan peran penting dalam kegiatan usaha KPC. Kami bekerja untuk membangun komunikasi yang transparan dengan tujuan untuk menciptakan dan memelihara rasa saling percaya. Bersama dengan para pelanggan, mitra usaha, masyarakat lokal, aparat dan pemerintah daerah, pemegang saham dan karyawan, KPC menempuh jalan menuju keberlanjutan.

 
Menjawab Kebutuhan Pelanggan

KPC terus berinteraksi dan menjalin komunikasi dua arah dengan pelanggan dalam berbagai kesempatan dan kegiatan rutin untuk memastikan kepuasan pelanggan kami. Kami selalu menampung keluhan dan saran dari pelanggan kami dan tidak pernah berhenti dalam berinovasi dan melaksanakan perbaikan berkesinambungan.

 
Kemitraan Yang Berkelanjutan 

KPC senantiasa memastikan seleksi, evaluasi, penilaian kinerja, dan audit pada mitra usaha dilaksanakan dengan terbuka dan transparan. Kami mengajak para mitra usaha kami untuk berbagi semangat untuk melaksanakan usaha secara berkelanjutan. Kami percaya bahwa komunitas lokal dan perkembangan ekonomi daerah akan diuntungkan dengan kerjasama yang kuat tersebut. Perusahaan memberikan dukungan untuk pengembangan mitra usaha kami melalui program pelatihan dan konsultasi bisnis.

 

Peduli Dengan Komunitas Lokal

KPC terbuka terhadap setiap masukan dari berbagai kelompok komunitas yang berada disekitar daerah operasional kami dan mendapatkan informasi serta masukan dari masyarakat, termasuk harapan dan kekhawatiran mereka yang terkait dengan kegiatan operasional perusahaan. Selanjutnya, seluruh masukan dan umpan balik ini dianalisa dan dikembangkan menjadi program-program sosial kemasyarakatan dibawah 7 pilar Community Development KPC. Melalui keterbukaan dan komunikasi dua arah tersebut, KPC bertujuan untuk menginisiasi berbagai program yang tepat guna dan tepat sasaran. 

 

Mendengarkan Aspirasi Karyawan

KPC membangun dan menjalin hubungan yang baik dengan semua karyawan dengan beberapa pendekatan, terutama: program-program pelatihan dan pengembangan, evaluasi kinerja, forum-forum sosialisasi Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG), komunikasi Sistem Manajemen Lingkungan (ISO 14001), sosialisasi Sistem Manjemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (OHSAS 18001), aktifitas sosial karyawan (program olahraga dan kesehatan), dan konsultasi terbuka yang difasilitasi oleh divisi Sumber Daya Manusia melalui departemen Hubungan Industri. Semua karyawan KPC juga dapat menyampaikan aspirasi mereka dan berkonsultasi dengan serikat pekerja.